Artikel / CHAIRMAN

Menciptakan Tim Kerja Yang Solid Untuk Kesuksesan Bisnis Anda

Blog Artikel dan Info

Menciptakan Tim Kerja Yang Solid Untuk Kesuksesan Bisnis Anda

Tim yang solid merupakan idaman setiap leader. Leader pasti berusaha menjadi dan memberi yang terbaik bagi anggota timnya agar setiap anggota merasa terikat secara emosional dalam pencapaian goal. Namun sayangnya realita seringkali tidak semulus yang dibayangkan. Batu kerikil yang bertebaran di sepanjang jalan mampu merusak tatanan yang sudah susah payah kita bangun. Lalu bagaimana kita dapat membangun tim yang solid?

1. Standarisasi Pengetahuan

Sebagai leader, anda harus mengusahakan standar kemampuan yang dimiliki setiap anggota tim adalah sama, misalnya pada satu department, semua orang yang ada pada department tersebut harus memiliki pengetahuan yang merata agar tidak ada penyimpangan dan kebingungan. Caranya? ajak semua anggota berkumpul secara rutin untuk berbagi pengetahuan yang tidak diketahui anggota tertentu agar standarisasi dapat diciptakan.

2. Arahan, Contoh dan Penjelasan

Seorang leader harus mampu memberikan arahan, contoh dan penjelasan pada setiap anggotanya. Yang harus Anda ingat adalah bahwa setiap orang berbeda dan ketika Anda memberikan tugas, Anda harus menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki anggota agar pemahaman yang dikomunikasikan sesuai dengan maksud dan keinginan Anda, dan anggota dapat menyelesaikan tugas tanpa kebingungan.

3. Sesuaikan Tugas dengan Kemampuan

Seorang leader harus memahami kemampuan setiap anggotanya, agar ketika memberikan tugas tidak terjadi penyimpangan. Kembali saya ingatkan bahwa setiap orang berbeda, jadi berikan tugas yang sesuai dengan kemampuan anggota. Namun beberapa kali Anda juga bisa memberikan challenge untuk mengerjakan tugas yang ada di luar kemampuan anggota anda agar ada upaya untuk peningkatan pengetahuan dan kesempatannya untuk berkembang.

4. Pantau Delegasi

Sertai pemberian tugas dengan deadline agar anggota bisa menentukan prioritas pekerjaan. Kemudian Anda harus rajin kontrol kemajuan delegasi yang Anda berikan untuk memastikan semua sesuai rencana dan tidak ada kebingungan penyelesaian delegasi tersebut.

 5. Agendakan Pertemuan diluar Tugas

Agendakan pertemuan yang terjadwal pada jam dan hari tertentu, saya sarankan buatlah suasana yang santai, dan diluar kantor. Luangkanlah waktu Anda mungkin setiap minggu untuk berbicara dengan setiap anggota tim secara personal maupun secara bersamaan dengan tujuan mengetahui kendala-kendala yang ditemui selama bekerja. Yakini bahwa semakin banyak kendala yang ditemukan maka semakin cepat masalah diatasi dan melangkah maju.

6. Jadilah Leader, Bukan Bos

Posisikan diri Anda sebagai Leader bukan seorang Bos. Maksudnya adalah berikan arahan dan masukan serta bantu memecahkan masalah jika dibutuhkan bukan hanya mendelegasi tugas dan pergi, selanjutnya pada waktu deadline langsung meminta hasilnya.

7. Penguasaan Konseptual, Komunikasi dan Teknikal

Setiap leader harus memiliki kemampuan dan menguasai pekerjaan serta tugas yang dibidanginya secara konsep, komunikasi dan teknik yang berimbang. Namun prosentase komposisi setiap penguasaan akan berbeda untuk tiap tingkatan leader. Tujuan penguasaan ini adalah agar leader dapat memperkirakan waktu deadline, komposisi tugas dan mampu membimbing anggota.

8. Fasilitasi Kebutuhan Kerja

Fasilitas yang mencukupi akan mendukung terselesainya tugas dengan cepat dan tepat. Oleh karenanya, mudahkan anggota tim anda dengan fasilitas yang dibutuhkan. Tentunya Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah itu benar-benar perlu sebelum Anda memberikannya.

9. Ciptakan Suasana Kerja yang Nyaman

Suasana kerja yang nyaman bagi setiap orang berbeda-beda. Maka agar semua anggota merasa nyaman, tanamkan bahwa saling menghargai dan memahami dalam menciptakan kenyamanan itu indah karena dapat mendukung terselesainya tugas secara tepat waktu.

10. Culture di setiap Tindakan

Jadikan culture atau budaya kerja tidak hanya sebagai culture pada umumnya. Namun tingkatkan pemahaman mengenai culture pada setiap anggota dengan menyelipkan culture di tiap pekerjaan, layaknya membuat culture sebagai tolak ukur dalam melaksanakan segala aktifitas. Culture yang dipahami akan lebih mampu menciptakan keseragaman dibanding ketika harus menghafalnya.

21/01/2018
3010 orang telah membaca artikel ini.
|Wikipedia |